Budi Daya Stroberi
Tanaman stroberi (Fragaria x annanassa) adalah tanaman tahunan yang merupakan salah satu jenis buah-buahan yang rasanya manis dan menyegarkan, buahnya berwarna merah mencolok dan dapat diolah menjadi manisan, selai , dodol, sirop,yoghurt, dan es krim. Tanaman stoberi dibudidayakan di daerah dataran tinggi, dengan ketinggian 1000-1500 dpl, yang bersuhu dingin sekitar 22°C - 28°C , kelembaban udara 80-90%, curah hujan 600-700mm/tahun, pH tanah netral atau sedikit masam yang ideal 5,5-6,5 EC. Teknik pembudidaya tanaman stroberi bisa ditanam dilahan terbuka seperti di gedengan atau menggunakan karung, atau bisa juga ditanam dilahan tertutup dalam green house dengan rak yang bertingakat.
Budidaya di lahan terbuka di gedengan pilihlah lokasi yang bukan tanah yang pernah ditanami kentang, terong, tomat atau cabai dalam waktu 3 tahun terakhir. Persiapan dimulai dari pembersihan lahan gulma, terutama gulma tahunan yang mempunyai umbi atau batang dalam tanah biarkan selama 2-3 yang sebelum peranan. Taburi kapur kalsit/dolomit sebanyak 50-100 kg /1000
campurkan merata dengan tanah, kemudian siram denga larutan NPK sebanyak 51 kg/ 1000
. Kemudian pasang mulsa plastik hingga menutupi gedengan, buatkan lobang tanah sebanyak 2 baris dengan jarak 40cmm setelah lahan sudah siap dipakai, siram bibit stroberi yang sudah dipotong , kemudian keluarkan bersama media tanahnya. Tanah satu perlu dipadatkan, siram tanah disekitar pangkal batang sampai lembab. Penanaman menggunakan karung, siapkan karung beras berukuran 25kg dan tinggi 70-80 cm dan diameter 30 cm, isi dengan media tanam campuran tanah dengan kotoran hewan (pupuk organik) , tambahkan pupuk NPK siram dengan larutan NPK sebanyak 1,2Lt/kurang, diamkan selama 10 hari. Setelah siap di tanam, tanam bibit sampai batas leher akar, setiap karung berisi 4 tanaman, padatkan disekitar pangkal batang dan siram sampai lembab.
Pemeliharaan tanaman stoberi yang sudah ditanam harus dirawat dengan intensif, meliputi penyulaman, penyiangan, pemangkasan, pemupukan, penyiraman. Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah tanam, ganti tanaman yang mati atau abnormal dengan yang sama. Penyiangan dilakukan dengan pencabutan gulma disekitar tanaman atu digedengan atau dilahan tempat penanaman stoberi. Pemangkasan dilakukan secara teratur dengan membuang daun-daun yang sudah tua atau rusak, pemangkasan stoberi dilakukan pada storan berikutnya yang tidak dijadikan bibit yaitu storan ke satu atau kedua yang dipilih dari untuk berumur 3 bulan ehat dan produktif, pengkasan stoberi dimulai 2 minggu setelah ditanam dipolbeg kecil, stolan yang terbentuk dibuang setiap 7-10 hari sekali. Pemupukan dilakukan disekeliling akar dengan dosis 150 ml nutrisi setiap aplikasi penyiraman menggunakan campuran nitrogen, pupuk majemuk pelengkap (PML) dan kalsium , dosis fase awal lebih kandungan nitrogen sedangkan pada fase generatif kandungan kalsium yang lebih tinggi penyiraman dilakukan secara rutin, yaitu 3 kali sehari yaitu pagi pukul 08.00 siang pukul 13.00 dan sore hari pukul 16.00.
Tanaman stoberi mulai berbuah pada umur 5 bukan setelah tanam , pemanenan dilakukan 10 hari setelah pembentukan buah, ciri buah siap panen kulitnya berwarna merah, hijau kemerahan, hingga kuning kemerahan . pemanenan dilakukan setiap 15 hari sekali pada waktu pagi atau sore hari, dari satu tanaman dapat berbuah 15 butir dengan berat rata-rata 1,5 ons/tanaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar