Ø JAMUR KOMERSIL
1. Jamur Shiitake / supa payung (Lentinus Edodes)
2. Jamur Kuping / supa lember (Auricularia Polytrichia, Auricularia Judae)
3. Jamur Tiram / supa liat (Pleurotus Ostreatus)
4. Jamur Lingzhi / supa sinduk (Genoderma)
5. Jamur Merang / supa jarami
Jamur Tiram / supa liat (Pleurotus Ostreatus)
Ciri-ciri fisik :
- Bentuk tudungnya menyerupai cangkang kerang dengan diameter 5-15 cm.
- Permukaannya licin dan agak berminyak dalam kondisi lembap.
- Bagian tepi tudungnya agak bergelombang.
- Letak tangkainya lateral atau tidak di tengah, tepatnya agak di samping tudung.
- Daging buahnya berwarna putih dan cukup tebal.
- Jika menjadi tua menjadi alot dan keras.
- Warna tubuh buahnya putih kekuningan, putih bersih, sampai merah muda.
Jamur ini hidup dengan safrofit di pohon. Inangnya m udah dijumpai di kayu lunak seperti pohon karet, pohon damar, pohon kapuk atau di bawah limbah biji kopi.
Tumbuh baik di ketinggian hingga 600 meter dpl, idealnya daerah tersebut bersuhu 15-30oC dan kelembapan 80-90%, pertumbuhannya tidak membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi dan berkembang baik pada media tanam yang agak masam, yakni pada pH 5,5-7. Kisaran suhu optimum fase miselium antara 26-28oC, fase tumbuh buah antara 24-26oC, pH mendekati netral (tidak terlalu asam / basa) di kisaran 5,5 - 7,2, kelembapan di atas 90%.
Ø Kandungan yang terdapat dalam jamur adalah sebagai berikut :
Nilai gizi : vitamin B1, B2, D, niacin.
Mineral : kalium, kalsium, natrium, dan magnesium.
Serat antara 7,4 – 27,6%. Nilai proteinnya lebih tinggi dibanding dari sayuran yang lain dan mengandung asam amino esensial yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Dalam keadaan kering kandungannya bertambah yaitu vitamin C antara 35-38 mg/100 gr vitamin B2 antara 4,7-4,9 mg/100gr.
Sebagai obat :
- Menurunkan gula darah dan kolesterol
- Mencegah tumor dan kanker
- Menetralisir racun dalam makanan olahan
- Mencegah radang usus
- Anti karsinogen
Jamur tiram dapat diolah menjadi pepes, sayur, sup, salad, dan dikeringkan dibuat crispy atau kerupuk. Bahan baku mudah didapat dan tidak butuh lahan yang luas. Jamur tira dalam log umur 10 hari bibit sudah mulai tumbuh, 30 hari kemudian sudah bisa dipanen untuk pertama kalinya, dan bisa dipetik lagi setiap 10 hari sekali. Usia produktifnya 4 bulan dengan nilai BER (Biological Efficiency Ratio) perbandingan berat substrat dengan berat produksi antara 600-1500 gram / log.
Panen dilakukan pada hari sebelum pukul 10.00 atau sore hari sebelum 17.00. Caranya potong bagian pangkal tubuh buah yang terdekat dengan media, supaya hasil potongannya rata, gunakan pisau yang tajam, bisa juga dilakukan dengan tangan, tetapi harus hati-hati, usahakan potongan tidak tersisa agar tidak terjadi pembusukan yang dapat mengganggu jamur lainnya. Rusaknya jamur ditandai dengan keluarnya lendir pada tubuh buah jamur, perubahan warna dari putih menjadi kecoklatan dan keluarnya bau yang tidak enak.
Perlakuan untuk menjaga kesegaran jamur tiram antara lain :
1. Simpan jamur pada lemari pendingin (freezer bersuhu antara 1-5oC.
2. Masukan jamur ke dalam plastik vacum.
3. Rendam / semprot dengan larutan natrium bisulfat dosis 0,1-0,2% atau 1000-2000 ppm.
4. Keringkan jamur dengan oven, atur pada suhu 30oC, naikkan suhu 1oC tiap jamnya hingga mencapai 60oC. Bisa juga dijemur dicahaya matahari, pengasapan pada tungku, tetapi resikonya jamur akan berbau asap sehingga kualitas akan menurun.
5. Beri senyawa pengawet berupa larutan asam sitrat 0,5%, garam dapur 15%, SO2 0,1%, dan K-bikarbonat 0,1%. Masukkan jamur ke dalam larutan tersebut selama 10-15 menit, setelah itu cuci hingga bersih. Dengan cara ini jamur bisa diawetkan hingga 1 bulan.
6. Dengan radiasi sinar gamma cobalt 60